



Mahasiswa Pencinta Alam Sekolah Tinggi Hukum Bandung Jl.Cihampelas No.8 Bandung 40116
catatan : Sensor berlaku !!!




MERIDIAN NOL INDONESIA => JKT 106˚53΄27,79˝ BT / 106˚48΄27,79˝ LS
Jarak / Panjang Peta = 15 cm = 15΄
Maka 15/15 = 1΄
Jarak dari batas barat peta ke A = 5cm = 5΄
Batas Barat Peta = 5΄
Jarak dari titik A ke Jkt = 5΄+ 5΄
= 10΄ atau Koord.A = 10΄ Timur Jkt
Koordinat A = Koord.Jkt + 10΄
= 106˚48΄27,79˝ + 10΄
= 106˚53΄27,79˝ BT
Batas Utara Peta = 6˚45΄ LS
Jarak dari batas Utara Peta = 5 cm = 5΄
Koordinat A = 6˚45΄ LS + 5΄
= 6˚50΄ LS
Dispose of Waste Properly :
- Jangan mengambil,jangan meninggalkan.
- Buang hajat minimal 70 m dari badan air,camp,jalan setapak,dalam lubang 15-20cm,lalu urug.
- Mencuci dan mandi,bawa air 70m dari badan air, pakai sabun (bukan deterjen) sesedikit mungkin.
Tinggalkan apa yang kamu temukan :
- Amati, tapi jangan sentuh peninggalan kuno.
- Jangan pindahkan batu, tumbuhan dan obyek alami lainnya.
- Jangan bawa masuk tumbuhan / hewan asing.
- Hindari membangun, membuat perabot, atau menggali parit.
Mencegah Dampak Unggun :
- Pakai kompor dan lilin, hindari unggun.
- Jaga api unggun.
- Jangan ambil kayu dari pohon.
- Bakar kayu sampai jadi abu, matikan api benar-benar, tebar abunya.
Hargai kehidupan liar :
- Amati satwa dari jauh, jangan dekati atau ikuti.
- Jangan beri makan satwa liar, simpan makanan dan sampah.- Jangan bawa hewan peliharaan.
- Hindari satwa pada musin kawin, bersarang, membesarkan anak.
Hargai pengunjung lain :
- Hargai pengunjung lain.
- Berlaku sopan, mengalah pada orang lain dilintasan.
- Menepi kesisi bawah lintasan jika berpapasan dengan rombongan lain.
- Istirahat dan berkemah jauh dari lintasan dan pengunjung lain.
- Hargai suara alam, jangan membuat suara keras atau kebisingan.
Navigasi…materi ini katanya paling sulit dipelajari dibandingkan dengan materi-materi kepencintaalaman seperti Survival, Mountaineering, Perencanaan Perjalanan dan Perbekalan, Orad, atau materi-materi lainnya.
Saat masih menjadi Anggota Muda dalam tahapan Masa Bimbingan memang materi Navigasi menjadi materi yang paling lama dipelajari. Kang Ipung benar-benar memberikan materi dengan selengkap mungkin. Dari Navigasi Dasar hingga masuk ke Navigasi Darat. Bahasan yang dibahaspun cukup banyak dari Pengenalan Peta Kompas, Orientasi Peta dan Medan, hingga pada aplikasi dilapangan.
Bila dilihat sekilas memang benar materi ini cukup membuat pusing dibandingkan dengan materi-materi lain yang muatannya lebih dominan dilapangan seperti Panjat dan Survival. Navigasi dianggap sebagai materi yang penuh teori sehingga hanya dipelajari didalam kelas saja. Hal itulah sebenarnya yang membuat Navigasi pada saat ini terlihat sebagai materi yang sulit.
Memperhatikan perkembangan organisasi hingga kurun waktu saat ini, ada beberapa hal yang menyebabkan navigasi kurang begitu berkembang di sumber daya anggota GiriWana, antara lain :
Sangatlah disayangkan saat mendengar kabar jika adik-adik melakukan suatu perjalanan walaupun itu hanya bersifat ”refreshing” hanya sekedar menikmati perjalanannya saja tanpa mencoba berlatih Navigasi walaupun hanya sekedar iseng saja.
Usahakan Peta, Kompas, Altimeter dan alat penunjang lainnya dibawa serta sehingga perjalanan yang memang direncanakan hanya untuk senang-senang itu tidak terbuang sia-sia. Jangan pula beranggapan karena tempat yang dituju adalah tempat yang sudah biasa dikunjungi kita tidak merasa perlu lagi untuk bersusah payah berlatih.
Inget...koncina kudu terus berlatih...karena materi kepencintaalaman adalah ilmu praktis yang harus diaplikasikan dilapangan, tidak akan bisa kalau hanya membaca.
Sampurasun....