To All GiriWana Members

Kepada seluruh Anggota Mapala GiriWana STHB yang ingin mem-posting (*syukur2 kalo ingin semua) suatu tulisan dalam bentuk apapun (*narasi, deskripsi, puisi, catatan perjalanan, sharing materi, curhat, jeung sajabana) atau photo-photo, silahkan kirimkan naskahnya dalam format words atau text atau attachment photonya ke e-mail
giriwana_mapalasthb@yahoo.com wajib disertai biodata (nama,angkatan,dan NRA)

catatan : Sensor berlaku !!!


Dari Kami

Selamat datang kepada Mahasiswa Baru Tahun 2013, ditunggu kehadirannya di Keluarga Besar Mapala GiriWana STHB.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Musyawarah Besar XIII Mapala GiriWana STHB Tahun 2010


Sebagaimana yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Organisasi, pada tanggal 2 Oktober 2010 Musyawarah Besar (MUBES) XIII Mapala GiriWana
STHB digelar di Kampus Sekolah Tinggi Hukum Bandung.

MUBES XIII MGW yang dijadwalkan berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 2-3 Oktober 2010 ternyata dapat diselesaikan dalam satu hari, karena agenda MUBES kali ini hanya mengagendakan hal-hal yang dinilai mendesak dan urgent saja selain dari agenda tetap MUBES yaitu sidang Pertanggung Jawaban Dewan Pengurus XII MGW periode kepengurusan Tahun 2009-2010.


Dewan Pengurus XII MGW dengan pemegang mandat Ketua Sdr. Muhammad Aditya Amir / G.055.ET (Elang TUnggara) membacakan Laporan Pertanggungjawaban DP selama satu tahun periode jabatannya antara lain mengenai Keanggotaan, Inventarisasi, Keuangan Organisasi, Program Kerja yang telah dijalankan dan yang tidak terlaksana serta hal-hal lainnya.

Selain dari Laporan PErtanggungjawaban DP XII MGW hal lain yang menjadi penting yang dihasilkan dalam MUBES XIII yaitu mengenai evaluasi terhadap dinamika yang terjadi selama kurun waktu terakhir. Perencanaan dan pencarian solusi terhadap hambatan-hambatan yang sebelumnya terjadi agar dalam kepengurusan selanjutnya roda organisasi bisa lebih berjalan
dengan baik.

MUBES XIII MG
W tahun 2010 ini juga menandai berakhirnya masa jabatan DP XII MGW dengan Ketua yang dijabat oleh Muhammad Aditya Amir / G.055.ET (Elang TUnggara).

Berbeda dari mubes-mubes sebelumnya, pada MUBES XIII ini Ketua Mapala GiriWana terpilih secara aklamasi yaitu Sdr.Zico Astek Maradona Tambun "Ebot" /G.059.CK (Candra Kirana)sebagai pemegang mandat ketua sebagai Dewan Pengurus XIV Mapala GiriWana STHB periode 2010-2011.

Selain jabatan Ketua, jabatan lain yang diganti adalah jabatan Koordinator Badan Pengawas Organisasi yang sebelumnya di pegang oleh Sdr.Imam Ghazali / G.048.KK saat ini dipegang
oleh Kang Leo Yoga Pranata / G.002.BP.


Mapala GiriWana menyepakati Musyawarah Besar sebagai Forum Tertinggi dalam roda organisasi seperti tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MGW disertai dengan ketentuan bagaimana Musyawarah Besar itu digelar, pemaksimalan dari fungsi Musyawarah Besar itu harus terus disadari sehingga maksimal pula hasil yang ingin di capai dari suatu MUBES. Isu-isu krusial yang sangat mendasar yang menentukan arah dan laju roda organisasi tempatnya adalah di Musyawarah Besar, tempat untuk mengorientasi visi dan misi bersama, dengan kata lain sebagai ajang mengkoreksi arah lintasan, dan forum berkumpul seluruh anggota setiap satu tahun sekali untuk satu Mapala GiriWana.

Riky Maulingga "kiebond" / G.014.WG

Minggu, 28 Juni 2009

Mencari Koordinat Geografis

Menentukan Koordinat Geografis
  1. Cari Koordinat Batas Barat dan Timur Peta serta Batas ter-Utara dan ter-Selatan peta yang digunakan.
  2. Ukur jarak dari batas ter-Barat peta ke tempat yang akan dicari koordinatnya.
  3. Pindahkan hasil pengukuran tersebut ke dalam satuan derajat, menit, dan detik.
  4. Ukur jarak dari batas ter-Utara atau ter-Selatan peta sesuai dengan letaknya (di lintang utara atau selatan).
  5. Pindahkan hasil pengukuran tersebut ke dalam satuan derajat, menit, dan detik.

MERIDIAN NOL INDONESIA => JKT 106˚53΄27,79˝ BT / 106˚48΄27,79˝ LS


Contoh :

Jarak / Panjang Peta = 15 cm = 15΄

Maka 15/15 = 1΄

Jarak dari batas barat peta ke A = 5cm = 5΄

Batas Barat Peta = 5΄

Jarak dari titik A ke Jkt = 5΄+ 5΄

= 10΄ atau Koord.A = 10΄ Timur Jkt

Koordinat A = Koord.Jkt + 10΄

= 106˚48΄27,79˝ + 10΄

= 106˚53΄27,79˝ BT


Batas Utara Peta = 6˚45΄ LS

Jarak dari batas Utara Peta = 5 cm = 5΄

Koordinat A = 6˚45΄ LS + 5΄

= 6˚50΄ LS

Jadi dapat kita ketahui bahwa Koordinat Geografis Titik A adalah : 106˚58΄27,29˝ BT 6˚50΄ LS

Selasa, 02 Desember 2008

Ada yang kembali dari atas

waaahhhhh....seneng denger kabar kalo adik2 angkatan dah pada pulang dari pendakian. Cuman ya itu..ada aja penyakit lama yang mendadak kambuh pas denger cerita mereka di atas sana, Semeru dan Ciremei. Palagi liat photo2 nya....

Keinginan tuk naek begitu kuat......kapan ya ada waktu yg cukup tuk sekedar jalan kaya mereka.
Makin sulit aja dapet waktu dan kondisi palagi temen jalan yg pas. Semua terbentur ma kebutuhan survive diperkotaan...

Iraha atuuuuuuhhhhhhhhhhhh...........................

Kamis, 19 Juni 2008

Nikmat v.s Cinta ? mana yang merusak ?


Pecinta Alam mana yang tidak akan marah kalo mereka disebut sebagai penikmat alam...coba saja !!Perdebatan mengenai kedua kata ini sebenarnya merupakan hal yang klasik dan lucu sebenarnya.

Kok bisa ya...kadang-kadang ada juga yang berdebat sampai tegang urat leher gara-gara hal itu. Sempat juga dulu, hal yang sama diperdebatkan saat mengikuti suatu acara pembentukan forum Pecinta Alam se-Bandung Raya yang dihadiri beberapa perwakilan organisasi pecinta alam.Kalau dipikir-pikir sebenarnya garis merah perdebatan itu sederhana saja sih, yaitu perusak dan yang tidak merusak.

Perdebatan muncul ketika Penikmat Alam diidentikan sebagai pihak yang hanya bisa menikmati alam saja, seperti penghobi camping, yang senang sekedar hikking atau jalan jalan saja, ya bisa dibilang wisatawan. Sedangkan Pecinta Alam diklaim sebagai pihak yang mencintai alam dengan sangat yang tidak akan pernah merusak alam dalam bentuk terkecil sekalipun.Yang jadi pertanyaan..apakah seorang Penikmat Alam selalu memang hanya bisa menikmati alam dan selalu merusak? benarkah seorang anggota organisasi Pecinta Alam tidak pernah merusak alam? ataukah para penggiat alam terbuka dengan identitas Pendaki, Pemanjat Tebing, Penempuh rimba, bahkan Pecinta Alam sekalipun tidak menikmati setiap aktivitas mereka di alam terbuka?Jawabannya tentu tidak kan, kita tidak bisa menggeneralisasi semuanya.Jadi yang terpenting adalah kita kembali kefitrah kita sebagai manusia yang punya tanggungjawab penuh terhadap alam,saling mengingatkan bukan saling mengklaim dan menunjuk.Nah setelah benar-benar sadar dari diri sendiri mungkin perdebatan seperti tadi tidak perlu lagi mengemuka..biar tidak seperti monyet ngagugulung kalapa.

Ada baiknya kita mencoba menerapkan kode etik seperti yang termuat dalam Eiger Adventure News Edisi 52/Mei-Juni 2008 dalam melakukan kegiatan-kegiatan di alam bebas dan tentu saja dimulai dari diri sendiri dan dalam kegiatan sekecil apapun.

Kode Etik (Leave No Trace Center for Outdoor)

Rencanakan dan Persiapkan :
  • Pelajari aturan dan ketentuan lokal.
  • Siaga untuk cuaca ekstrem, bahaya dan keadaan darurat.
  • Jadwalkan perjalanan di musim padat.
  • Lakukan perjalanan dalam kelompok kecil, atau pecah rombongan besar menjadi regu.
  • Kemas ulang makanan agar tak banyak sampah.
  • Pergunakan peta dan kompas, hindari penandaan dengan cat,bendera,tali plastik.

Berjalan dan ngecamp ditempat yang tidak mudah rusak :
  1. Permukaan yang tidak mudak rusak antara lain,lintasan treking,tempat khusus camping, batuan, rumput kering.
  2. Camping minimal 70m dari sungai/danau.
  3. Camping site yang baik adalah yang ditemukan, bukan dibuat.
  4. Lokasi Ramai :
  • Berkegiatan dilintasan treking dan tempat khusus camping.
  • Berjalan beriringan dibagian tengah lintasan treking,agar tak memperlebar jalan.
  • Api Unggun kecil saja.
  • Berkegiatan secara tersebar, agar tidak meninggalkan jejak / bekas camping.
  • Hindari lokasi yang baru digunakan orang lain agar tidak memperparah bekas.

Dispose of Waste Properly :

- Jangan mengambil,jangan meninggalkan.
- Buang hajat minimal 70 m dari badan air,camp,jalan setapak,dalam lubang 15-20cm,lalu urug.
- Mencuci dan mandi,bawa air 70m dari badan air, pakai sabun (bukan deterjen) sesedikit mungkin.


Tinggalkan apa yang kamu temukan :

- Amati, tapi jangan sentuh peninggalan kuno.
- Jangan pindahkan batu, tumbuhan dan obyek alami lainnya.
- Jangan bawa masuk tumbuhan / hewan asing.
- Hindari membangun, membuat perabot, atau menggali parit.

Mencegah Dampak Unggun :

- Pakai kompor dan lilin, hindari unggun.
- Jaga api unggun.
- Jangan ambil kayu dari pohon.
- Bakar kayu sampai jadi abu, matikan api benar-benar, tebar abunya.

Hargai kehidupan liar :

- Amati satwa dari jauh, jangan dekati atau ikuti.
- Jangan beri makan satwa liar, simpan makanan dan sampah.- Jangan bawa hewan peliharaan.
- Hindari satwa pada musin kawin, bersarang, membesarkan anak.

Hargai pengunjung lain :

- Hargai pengunjung lain.
- Berlaku sopan, mengalah pada orang lain dilintasan.
- Menepi kesisi bawah lintasan jika berpapasan dengan rombongan lain.
- Istirahat dan berkemah jauh dari lintasan dan pengunjung lain.
- Hargai suara alam, jangan membuat suara keras atau kebisingan.